Merk Dagang Produk Beras RPS

RPS memiliki 2 merk dagang utama untuk produk beras yang dihasilkan. Dua merk dagang tersebut selanjutnya diduplikasi dalam spesifikasi khusus untuk pasar yang khusus pula.

Hijaunya sawah Indonesia

Terhampar bak permadani hijau, itulah bentangan sawah Indonesia. Dari sinilah muasal beras berkualitas yang kita konsumsi.

Tangkai Padi Yang Kuning Bernas

Lihatlah bulir-bulir padi yang terajut dalam tangkai yang menguning, bernas dan berkualitas.

Butir-butir Gabah Berkualitas

Dari tangkai padi yang bernas melahirkan butir-butir gabah yang bernas berkualitas juga. Butir gabah ini yang menjadi pilihan RPS untuk mendapatkan beras yang sempurna.

Megahnya Bangunan Pabrik RPS

RPS sengaja berinvestasi melalui bangunan pabrik yang besar, bersih, hijau dan ramah lingkungan untuk kenyaman dan produktivitas kerja yang lebih baik.

Mesin Paddy Dryer yang Modern

Di topang mesin dan teknologi pengeringan padi yang modern, maka untuk mendapatkan gabah kering giling yang memenuhi standar kadar air yang kadang terkendala cuaca menjadi tersolusikan.

Mesin-mesin Penggilingan yang Modern

Pabrik penggilingan padi RPS didukung oleh mesin-mesin husker, destoner, whitener dan polisher yang modern. Dari mesin modern inilah beras berkualitas tercipta.

Beras-beras Putih Berkualitas

Hamparan beras putih berkualitas, sebagai sumber kehidupan manusia modern.

Produk Beras Putih RPS

Inilah salah satu produk pabrik RPS. Beras putih super yang berkualitas.

Produk Beras Merah RPS

Selain memproduksi beras putih super berkualitas, RPS juga memproduksi beras merah super berkualitas. Ini produk pilihan yang disediakan RPS untuk masyarakat Indonesia

Tampilkan postingan dengan label ketahanan pangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ketahanan pangan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 September 2011

Rantai Pangan Indonesia Dikuasai Korporasi Asing

Ketua Aliansi untuk Desa Sejahtera, Tejo Wahyu Jatmiko mengatakan rantai pangan Indonesia sudah dikuasai asing.  "Korporasi asing lah yang mengontrol perdagangan kita, " katanya kepada Republika.
Syngenta, Monsanto, Dupont, dan Bayer menguasai sektor bibit dan agrokimia. Cargill, Bunge, Louis Dreyfus, dan ADM menguasai sektor pangan serat, perdagangan, dan pengolahan bahan mentah. Terbukti, 90 persennya menguasai perdagangan gandum dunia.

Berikutnya Nestle, Kraft Food, Unilever, dan Pepsi Co menguasai bidang pengolahan pangan dan minuman. Pada 2000 contohnya, Nestle menguasai industri pangan di Brasil dan 80 persennya menguasai pasar susu dunia. Sedangkan Carrefour, Wal Mart, Metro, dan Tesco menjadi penguasa pasar ritel pangan.
Anggota Ahli Dewan Ketahanan Pangan Pusat, Khudori, menilai kinerja pertanian pangan Indonesia secara agregat sebetulnya tak terlalu mengecewakan. “Tapi, itu kan agregat. Yang menjadi persoalan adalah di level rumah tangga,” ungkapnya pada kesempatan yang sama.

Meskipun fluktuatif, lanjutnya, ketersediaan komoditas pangan utama Indonesia sebetulnya naik. Terbukti, neraca ekspor impor Indonesia secara keseluruhan positif. Misalnya akhir 2010 mencapai 18,537 Dollar AS.

Sumber :  Republika Online,  22/9/2011

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More